Selasa, 27 Agustus 2019

Istriku, Cintaku

Subang, Jumat, 30 Maret 2019 adalah hari dimana mungkin aku takkan pernah melupakannya. Hari paling bahagia dalam hidupku. Hari dimana aku dan istriku mengikat janji sehidup dan sesurga (Aamiin 😁). Wanita yang kukenal tak sengaja di salah satu jejaring sosial media 😆😆😆, setelah 5 tahun berkenalan. 5 bulan sudah kami menjalani hidup bersama, ya masih seumur jagung mungkin. Namun, sudah banyak hal indah yang sudah kami lakukan bersama, menangis bersama, melalui ujian bersama, teman ribut, teman berbagi. 

Ketika bersamanya aku merasa sebagai seorang pria yang beruntung, sangat beruntung. Tipikal seorang istri yang memang aku impikan dari dulu. Seminggu setelah menikah aku membawanya ke Batam kota tempatku bekerja, walaupun mungkin berat rasanya karena akupun sudah mulai gusar dan tak betah, ingin sekali rasanya pergi dari sini. Namun hal yang tentunya mungkin harus tetap dijalani. dan aku pun berharap ia betah di sini. Aku bersyukur memilikinya, ia adalah seorang wanita yang sabar, dan menerima setiap apapun yang kuberi. Walaupun terkadang akhir-akhir ini sedikit menyebalkan, mungkin karena ia kini sedang mengandung anakku. Yups, kini ia sedang mengandung usia kandungannya kini sudah menginjak 4 bulan. Hal yang sangat aku syukuri, sebulan setelah menikah istriku langsung positif mengandung. Rasa sayang padanya pun semakin besar mungkin melebihi saat sebelum menikah. 

Memasuki usia kehamilan ke 10 minggu, rasa mual yang terus makin tak tertahankan membuatnya terlihat tersiksa. Akupun semakin tak tega, sebagian pekerjaan rumahnya pun aku ambil alih. Dari memasak mencuci, hal yang sudah kutinggalkan sejak dirinya ada disinya. Karena mungkin sudah terbiasa aku tak merasa keberatan, bagiku saling membantu dalam rumah tangga adalah sebagian dari ibadah. Seiring bertambahnya usia kandungan semakin berat juga mungkin beban yang ia rasakan, hingga ia mengatakan padaku "....pah, pengen pulang aja" akupun berusaha membujuknya agar ia kuat dan bertahan di sini paling tidak hingga kandungannya berusia 6 atau 7 bulan, selain aman di dalam pesawat akupun masih butuh ia di sini menemaniku. Sulit rasanya kubayangkan hidup tanpanya di sini setelah sekian bulan ia menemani. Lagipun, aku ingin sekalian menjaganya dan calon anakku.

Namun, akhirnya aku yang mengalah setelah hampir setiap waktua ia mengeluhkan kondisinya yang kulihat semakin tak tertahankan. Aku tak tega saat melihatnya muntah-muntah dan terkadang tak ingin makan karena mungkin makanan di sini yang menurutnya tak sesuai selera. Rabu, 7 Agustus 2019 tepatnya 4 bulan ia di sini, hari dimana aku mengantarnya pulang ke rumah orang tuanya di kota Subang. Walau berat rasanya aku harus mengikhlaskannya demi istriku dan calon anakku. Aku berharap di sana ia bisa fokus menjaga kesehatannya dan kesehatan janin calon anak kami.

Istriku, terima kasih atas waktumu bersamaku di sini. Aku bahagia memilikimu. Aku titipkan calon anak kita. Doakan aku di sini yang bersusah payah mencari sesuap nasi untukmu dan si buah hati.

Love you........

Jumat, 25 Mei 2012

CN 235

CN-235 adalah pesawat angkut jarak sedang dengan dua mesin turbo-prop. Pesawat ini dikembangkan bersama antara CASA di Spanyol and IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) sebagai pesawat terbang regional dan angkut militer. Versi militer CN-235 termasuk patroli maritim, surveillance dan angkut pasukan.
Desain & Pengembangan
CN-235 diluncurkan sebagai kerja sama antara CASA dan IPTN. Kedua perusahaan ini membentuk perusahaan Airtech company untuk menjalankan program pembuatan CN-235. Desain dan produksi dibagi rata antara kedua perusahaan. Kerja sama hanya dilakukan pada versi 10 dan 100/110. Versi-versi berikutnya dikembangankan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan.
Desain awal CN-235 dimulai pada Januari 1980, purnarupa pesawat terbang perdana pada 11 November 1983. Sertifikasi Spanyol dan Indonesia didapat pada tanggal 20 Juni 1986. Pesawat produksi terbang pertama pada 19 August 1986. FAA type approval didapat pada tanggal 3 Desemebr 1986 sebelum akhirnya terbang pertama untuk pembeli pesawat pada tanggal 1 Maret 1988. Pada tahun 1995, CASA meluncurkan CN-235 yang diperpanjang, yaitu C-295
Versi Militernya Digunakan di Banyak Negara
Ternyata, versi militer CN 235 banyak diminati dan diekspor ke negara lain, yaitu:
* Afrika Selatan: Angkatan Udara Afrika Selatan (1)
* Amerika Serikat: Penjaga Pantai Amerika Serikat (8 HC-144)
* Arab Emirat: Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab
* Arab Saudi: Angkatan Udara Arab Saudi
* Botswana: Angkatan Udara Botswana
* Brunei: Angkatan Udara Brunei (1)
* Chile: Angkatan Darat Chile (4 CN-235-100) satu jatuh di Antartika
* Ekuador: Angkatan Udara Ekuador
* Gabon: Angkatan Udara Gabon
* Indonesia: Angkatan Udara Indonesia (mengoperasikan CN235-100M, CN235-220M, CN235MPA)
* Irlandia: Korp Udara Irlandia (2 CN235MP)
* Kolumbia: Angkatan Udara Kolumbia
* Korea Selatan: Angkatan Udara Korea Selatan (20)
* Malaysia: Angkatan Udara Malaysia (8 CN235-220)
* Maroko: Angkatan Udara Maroko (7)
* Pakistan: Angkatan Udara Pakistan (4 CN235-220)scfgtrh
* Panama: Angkatan Udara Panama
* Papua New Guinea: Angkatan Udara Papua New Guinea
* Perancis: Angkatan Udara Perancis (19 CN235-100, 18 ditingkatkan menjadi CN235-200).
* Spanyol: Angkatan Udara Spanyol (20)
* Turki: Angkatan Udara Turki (50 CN235-100M); Angkatan Laut Turki (6 CN-235 ASW/ASuW MPA); Penjaga Pantai Turki (3 CN-235 MPA)
* Yordania: Angkatan Udara Yordania (2)
Disegani?
CN-235 MPA
Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama tahu kehebatan para insinyur Indonesia. Buktinya? Mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) atau versi Militer.
Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak dan hanya jadi mainannya BJ Habibie lalu mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati.
Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 MPA terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya di dunia. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 MPA ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.

Jumat, 19 Agustus 2011

kepada yang membuka situs ini, saya harapkan bisa berpartisipasi untuk memberikan saran, pendapat, kritiknya.
baik secara langsung maupun melalui email di:indraprastian@gmail.com


terima kasih.




Sabtu, 14 Mei 2011

IRMAS IKHWAN.


IRMAS AL-HUDA

IKATAN REMAJA MASJID AL-HUDA.

@MASJID AL-HUDA UMMINATUSSARBINIYYAH.
SEKRETARIAT: Jl. cibodas raya RT. 22 ANTAPANI TENGAH - ANTAPANI BANDUNG 40291

JOINT NOW.